Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Megapolitan

Peristiwa

Olahraga

Daerah

Galeri

Opini

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Segini Harga Asli Solar dan Pertalite Tanpa Subsidi

Tim Redaksi
Senin, 06 Januari 2025 | 14:40 WIB
BBM Bersubsidi
BBM Bersubsidi

IDISNEWS.COM - Pemerintah memberikan subsidi pada dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Solar dan Pertalite, atau juga disebut BBM Bersubsidi. Dengan subsidi itu saat ini harga solar Rp 6.800/liter, sedangkan Pertalite Rp 10.000/liter. 

Lantas berapakah harga asli solar dan pertalite sebenarnya jika tidak ada subsidi? 

Dijelaskan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, harga solar saat ini seharusnya Rp 11.950/liter. Namun, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) memberikan subsidi sebesar Rp 5.150/liter sehingga harganya menjadi Rp 6.800/liter. 

"Misalnya solar, harga seharusnya sepanjang 2024 adalah Rp 11.950 per liter. Namun yang dibayar oleh masyarakat karena ada subsidi itu Rp 6.800 per liter. Ini yang kita beli di berbagai stasiun pompa bensin. Karena itu selisih Rp 5.150 per liter ini ditanggung oleh APBN," jelasnya di Jakarta, Senin (6/1/2024). 

Suahasil juga memaparkan bahwa setiap liternya, dengan APBN membayar Rp 5.150. Artinya, apabila masyarakat membeli solar subsidi sebanyak 20 liter per hari, negara membayar sekitar Rp 100 ribuan. 

"Jadi kalau beli 20 liter itu baru terima uang dari APBN 100 ribu, enggak kek penerima tapi dibayarin oleh negara karena ada selisih harga seharusnya dengan yang dibayar masyarakat. " jelas Suahasil. 

Jadi, total anggaran subsidi BBM jenis solar mencapai Rp 89,7 triliun dengan total penerima manfaatnya 4 juta kendaraan. Hal serupa juga terjadi di BBM Subsidi jenis Pertalite. 

Suahasil mengungkapkan harga asli Pertalite sebesar Rp 11.700/liter. Namun, ditanggung APBN sebesar Rp 1.700/liter. Dengan begitu, masyarakat hanya membayar Rp 10.700/liter. 

"Pertalite juga seperti itu harga seharusnya Rp 11.700/liter dan harga yang harus dibayar masyarakat Rp 10.700/liter tahun 2024. APBN membayar Rp 56,1 triliun rupiah dan kita perkirakan yang menikmati sekitar 157 juta kendaraan," pungkasnya.
 

Komentar: