Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Megapolitan

Peristiwa

Olahraga

Daerah

Galeri

Opini

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Ridwan Kamil Klarifikasi Terkait Dugaan Korupsi di Bank BJB

Tim Redaksi
Jumat, 21 Maret 2025 | 04:21 WIB
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsi di Bank BJB yang menyeret namanya. Foto; Istimewa
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsi di Bank BJB yang menyeret namanya. Foto; Istimewa

IDISNEWS.COM - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akhirnya memberikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsi di Bank BJB yang menyeret namanya. Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa (18/3/2025), ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya dugaan markup dalam anggaran belanja di bank daerah tersebut.

 

"Kondisi saya sehat wal’afiat, lahir dan batin. Tetap melakukan aktivitas keseharian seperti biasa. Hanya saja, sejak awal tahun jarang meng-update kegiatan keseharian pribadi di media sosial," ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya.

 

Tak Tahu Soal Dugaan Markup

 

Ridwan mengaku baru mengetahui adanya dugaan korupsi di Bank BJB melalui pemberitaan media. Ia menegaskan bahwa saat menjabat sebagai gubernur, dirinya memang memiliki peran ex-officio dalam bank BUMD tersebut, namun tidak mendapatkan laporan terkait dugaan markup anggaran belanja untuk media.

 

"Berdasarkan informasi yang saya baca dari beberapa media, KPK menyebut telah terjadi dugaan markup dalam anggaran belanja untuk media di Bank BJB," katanya.

 

Sebagai gubernur, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pengelolaan BUMD, termasuk Bank BJB, umumnya dilaporkan oleh Kepala Biro BUMD atau Komisaris yang mewakili Pemprov Jabar. Namun, terkait kasus ini, ia menegaskan tidak pernah menerima laporan.

 

"Saat menjabat sebagai gubernur, saya juga memiliki fungsi ex-officio. Dan untuk urusan BUMD, biasanya saya mendapat laporan dari Kepala Biro BUMD atau Komisaris terkait sebagai perwakilan Gubernur," jelasnya.

 

"Untuk masalah ini, saya tidak pernah mendapat laporan, sehingga saya tidak mengetahui perihal yang menjadi masalah hari ini," tambahnya.

 

Tanggapan Soal Akun Media Sosial dan Deposito

 

Selain menjawab soal kasus dugaan korupsi, Ridwan Kamil juga menanggapi isu penghapusan akun di media sosialnya. Ia mengatakan bahwa tim adminnya telah menghapus beberapa akun followers bot selama tiga bulan terakhir. Dalam proses tersebut, secara tidak sengaja ada beberapa konten endorse yang turut terhapus. Ia pun telah meminta timnya untuk segera mengembalikan konten-konten tersebut.

 

Sementara itu, terkait isu kepemilikan deposito, Ridwan Kamil menegaskan bahwa deposito yang disebut dalam pemberitaan bukan miliknya. Ia juga memastikan tidak ada uang atau deposito pribadinya yang disita oleh KPK saat penggeledahan berlangsung.

 

"Deposito itu bukan milik kami. Tidak ada uang atau deposito kami yang disita waktu itu," tegasnya.

 

Dengan pernyataan ini, Ridwan Kamil berharap dapat memberikan klarifikasi atas berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Ia pun meminta agar informasi lebih lanjut terkait kasus ini ditanyakan langsung kepada KPK. (Red)

Komentar: