Politik

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Megapolitan

Peristiwa

Olahraga

Daerah

Galeri

Opini

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Otomotif

Indeks

Pernyataan Kontroversial Jubir Komunikasi Kepresidenan Diserang Kritik Tajam

Tim Redaksi
Sabtu, 07 Desember 2024 | 17:50 WIB
Adita Irawati
Adita Irawati

IDISNEWS.COM - Asbab Ceramah Gus Miftah yang Viral, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, saat ini menjadi sorotan karena pernyataannya yang dinilai kontroversial dalam sebuah wawancara. 

Pada satu momentum, Adita menggunakan istilah "rakyat jelata" saat menanggapi ceramah Gus Miftah dan kisah seorang pedagang es teh, mendapatkan serangan kritik tajam dari masyarakat, khususnya di media sosial. 

Dalam momentum tersebut, Adita menghubungkan istilah tersebut dengan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil. 

"Kami dari pihak Istana, tentu menyesalkan ya kejadian ini, satu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Apalagi kalau kita lihat, Presiden kita Pak Prabowo Subianto, ini kalau dilihat dari berbagai baik itu pidato atau kunjungan beliau, terlihat sekali pengihakkan beliau pada rakyat kecil, pada rakyat jelata," ujarnya pada Kamis (5/12/2024). 

Pernyataan tersebut dinilai kurang pantas untuk dilontarkan oleh warganet, terutama karena posisi Adita sebagai juru bicara yang mewakili suara resmi Istana. Pemilihan diksi "rakyat jelata" terkesan merendahkan dan tidak relevan di era modern seperti saat ini. 

Video wawancara Adita dengan pernyataan kontroversial tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, mengundang banyak komentar dari masyarakat. Warganet mempertanyakan sensitivitas bahasa yang digunakan oleh Adita. 

"Rakyat jelata, kaya berasa di zaman kerajaan, ini udah Republik semua sama," tulis seorang pengguna Twitter. 

"Serius ini jubir kepresidenan????" tulis yang lainnya, menunjukkan kekesalan atas penggunaan istilah tersebut oleh seorang pejabat negara. 

Kritikan ini bukan hanya menyasar kata-kata yang digunakan, tetapi juga citra profesional Adita sebagai seorang yang memiliki latar belakang panjang di bidang komunikasi. 

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Adita segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan (@pco.ri) pada Jumat (6/12/2024), Adita menyampaikan penyesalannya atas pemilihan kata yang dianggap tidak tepat. 

"Saya memahami diksi yang saya gunakan dianggap kurang tepat untuk itu. Saya memohon maaf atas kejadian ini yang menyebabkan kontroversi di tengah masyarakat," jelasnya. 

Ia juga menekankan bahwa pernyataannya tidak mencerminkan pandangan Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya selalu mendukung kesejahteraan rakyat kecil, termasuk para pedagang kaki lima. 

Meski Adita telah meminta maaf, dampak dari pernyataannya masih menjadi topik perbincangan hangat. Netizen dan pengamat komunikasi politik menilai bahwa penting bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan pelatihan komunikasi bagi pejabat publik, terutama mereka yang berada di posisi strategis seperti juru bicara. 

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi politik agar sejalan dengan nilai-nilai inklusivitas dan rasa hormat terhadap masyarakat yang beragam.

Komentar: